Program Desa Digital Pemkab Tuban Gagal Total, Dinas Kominfo Bungkam
GLOBALJATIM
TUBAN – Program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, yakni Desa Digital, justru berubah menjadi sumber kekecewaan dan polemik. Janji konektivitas internet merata di desa-desa terbukti jauh dari realita, diiringi tuduhan ketidaktransparanan anggaran dan biaya langganan yang membebani desa.
Fakta di lapangan menunjukkan, sejumlah desa justru mengalami blackout internet total. Surani, Tokoh Masyarakat Desa Sokosari, membenarkan keluhan tersebut. “Sampai hari ini, internet di desa kami tidak bisa digunakan,” tegasnya kepada awak media, Senin (8/9/2025).
Keluhan serupa disampaikan seorang Kepala Dusun di Sokosari yang meminta anonim. Melalui pesan suara WhatsApp, ia menyatakan kekesalan yang mendalam. “Mau dibenahi apanya? Sudah lama sekali tidak berfungsi!” ujarnya dengan nada tinggi.
Yang memperparah situasi adalah respons pemerintah yang dinilai abai dan tidak transparan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tuban, Arif Handoyo, memilih bungkam ketika dimintai tanggapan resmi mengenai polemik harga dan jaringan internet yang tidak optimal. Padahal, pesan singkat yang dikirimkan telah terkirim dan terbaca (double tick).
Sementara itu, janji evaluasi dari Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tuban, Sugeng Purnomo, hingga kini tidak juga direalisasikan. Janji itu disebut masyarakat hanya menjadi isapan jempol belaka. “Mana realisasinya? Nol besar!” ujar seorang warga dengan nada geram.
Kebungkeman dua dinas terkait ini memicu pertanyaan publik. Masyarakat mulai menduga ada sesuatu yang ditutup-tutupi dari kegagalan program ini. Transparansi penggunaan anggaran program dan mekanisme pengadaan menjadi pertanyaan besar yang hingga kini tidak terjawab.
Kegagalan Program Desa Digital dan sikap diam pemerintah daerah tidak hanya mencederai kepercayaan masyarakat, tetapi juga menghambat akses informasi dan pembangunan di wilayah perdesaan. Publik menuntut pertanggungjawaban dan perbaikan yang konkret, bukan lagi janji dan kebungkeman. (Red)


Komentar (0)