Kursi Kades Wotan Diperebutkan Orang Luar, Warga Mulai Bicara Soal Skenario Politik

Oleh Global Jatim 22 Mei 2026, 20:14 WIB 242 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, mulai memantik kegaduhan bahkan sebelum pemungutan suara digelar. Penutupan pendaftaran bakal calon pada Jumat, 22 Mei 2026, justru membuka babak baru polemik di tengah masyarakat.

Bukan semata karena jumlah pendaftar membludak menjadi enam orang, melainkan lantaran separuh di antaranya merupakan warga luar Desa Wotan. Situasi ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan warga: ada apa sebenarnya dengan kontestasi PAW Desa Wotan?

Ketua Panitia PAW Desa Wotan, Yoyok, mengaku jumlah pendaftar di luar perkiraan panitia. Apalagi, muncul nama-nama dari luar desa yang ikut berebut kursi kepala desa.

“Tidak sesuai ekspektasi, kami kira cuma tiga, karena tahapan pendaftaran tinggal satu hari. Lebih-lebih ada pendaftar dari luar daerah,” ujar Yoyok.

Enam nama yang resmi mendaftar yakni Anam Warsito, Nuky Cahyanti Rahayu, dan Sugianto yang merupakan warga Desa Wotan. Sementara tiga lainnya berasal dari luar desa, yakni Lilis dari Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander, M. Hestu Widiyastono dari Desa Tegalkodo Kecamatan Sukosewu, serta Satria Ike Intan Kumala dari Desa Mulyoagung Bojonegoro.

Masuknya kandidat dari luar desa langsung memantik perdebatan di ruang-ruang warga. Sejumlah masyarakat mempertanyakan motif para pendaftar luar desa yang tiba-tiba muncul dalam bursa PAW Wotan.

“Kenapa banyak orang luar desa ikut mendaftar? Ada apa sebenarnya dengan Pilkades PAW Wotan?” ujar salah satu warga.

Kecurigaan publik tak berhenti di situ. Warga lain bahkan mulai menduga adanya skenario tertentu di balik kemunculan kandidat dari luar desa.

“Murni ingin membangun desa atau ada kepentingan lain?” kata warga lain.

Kondisi tersebut dinilai rawan memicu gesekan sosial apabila panitia tidak mampu menjaga transparansi dan netralitas selama proses seleksi berlangsung. Sebab, bagi sebagian warga, kepala desa bukan sekadar jabatan administratif, melainkan representasi sosial dan kultural masyarakat setempat.

Mereka menilai sosok kepala desa idealnya berasal dari Desa Wotan sendiri agar memahami karakter masyarakat, sejarah sosial, hingga kebutuhan riil warga.

Kini sorotan publik tertuju pada panitia PAW. Masyarakat menunggu apakah proses verifikasi administrasi akan berjalan terbuka atau justru memunculkan polemik baru.

Tahapan Pilkades PAW Desa Wotan sendiri masih berlanjut. Setelah penutupan pendaftaran, panitia akan melakukan verifikasi administrasi seluruh bakal calon sebelum menetapkan nama-nama yang dinyatakan lolos sebagai kandidat resmi. (RED)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top