Wakil Wali Kota Surabaya Dilaporkan ke Polisi Usai Membela Warga yang Ijazahnya Ditahan Perusahaan

Oleh Global Jatim 12 Apr 2025, 09:42 WIB 75 Views

GLOBALJATIM
SURABAYA  –  Wakil Wali Kota Surabaya, Ir. Armudji, M.H., dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh pemilik CV Santosa Seal, Diana, usai melakukan sidak ke perusahaan yang diduga menahan ijazah milik karyawan. Perusahaan tersebut berlokasi di kawasan Pergudangan Margomulyo Suri Mulia Permai Blok H-14, Surabaya.

Laporan ini berawal dari aduan warga yang mengaku ijazahnya ditahan oleh tempatnya bekerja. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada hari Selasa (08/4/2025), Armudji—yang akrab disapa Cak Ji—langsung mendatangi lokasi perusahaan untuk meminta klarifikasi dan membela hak karyawan.

“Ijazah adalah hasil jerih payah pendidikan. Menahannya sama saja dengan merampas masa depan seseorang,” ujar Armudji di lokasi.

Namun, langkah tersebut justru memicu polemik. Saat sidak dilakukan, Armudji tidak bertemu langsung dengan pemilik perusahaan, Hendi, maupun istrinya, Diana. Ia tetap menyampaikan pesan warga terkait hak mereka atas dokumen pribadi, termasuk ijazah.

Perselisihan terjadi ketika Armudji melakukan komunikasi melalui sambungan telepon yang dikeraskan lewat pengeras suara agar disaksikan publik. Dalam percakapan tersebut, Diana disebut melontarkan tuduhan dengan menyebut Armudji sebagai “penipu”.

Tak berselang lama, Kamis (10/4/2025), Diana melaporkan Armudji ke Polda Jatim dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat publik.

Menanggapi laporan tersebut, Armudji membantah keras tuduhan itu.

“Saya menjalankan amanah warga Surabaya. Membela hak rakyat bukanlah penipuan. Saya tidak akan tinggal diam jika ada warga yang meminta keadilan,” tegasnya.

Kasus ini memicu perhatian luas dari masyarakat, terutama di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Banyak warga, khususnya kalangan pekerja, menyatakan dukungan terhadap Armudji.

Hingga kini, laporan tersebut masih dalam penanganan Polda Jawa Timur. Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus tersebut. Masyarakat berharap penanganan kasus dilakukan secara objektif dan transparan.

Pengamat menilai, ketika pejabat publik bersikap proaktif membela masyarakat kecil, benturan dengan kepentingan bisnis menjadi hal yang tak terhindarkan. Meski demikian, Armudji menegaskan akan tetap berdiri bersama rakyat.

“Selama saya diberi amanah, saya akan terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran,” tutupnya. (Why)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top