KBIHU Kritik Pengadaan Armada Haji Bojonegoro: Dugaan Tidak Transparan, Abaikan Travel Lokal
GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Ramainya pemberitaan dari sejumlah media online mengangkat dugaan praktik tidak transparan, di mana proses pengadaan armada disebut-sebut tertutup dan didominasi oleh perusahaan transportasi dari luar daerah. Menjelang keberangkatan jemaah haji tahun 2025, proses pengadaan armada bus pengangkut jemaah calon haji asal Kabupaten Bojonegoro menuai kritikan.
Situasi ini memicu reaksi keras dari sejumlah pihak, termasuk Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani Bojonegoro, Sholikin Jamik. Ia menekankan pentingnya keterbukaan dalam proses tender dan mendesak agar penyedia jasa lokal diberi prioritas.
“Saya selaku Ketua KBIHU Masyarakat Madani mendukung transparansi tender. Harus mengutamakan konten lokal dalam menjaga keseimbangan sosial,” tegas Sholikin, Kamis (15/5/2025).
Menurutnya, pemberdayaan penyedia jasa lokal bukan hanya soal keadilan ekonomi, tetapi juga menyangkut kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan melibatkan perusahaan bus lokal, pajak dan keuntungan yang dihasilkan akan kembali ke kas daerah.
“Kalau travel bus lokal yang diberdayakan, maka pajaknya menyumbang PAD Bojonegoro. Ini penting, karena dananya berasal dari APBD Bojonegoro,” imbuhnya.
Sholikin juga menegaskan bahwa aspek pelayanan tetap menjadi prioritas utama. Keamanan dan kenyamanan jemaah haji tidak boleh dikorbankan dalam proses pengadaan.
Dugaan adanya pengabaian terhadap mekanisme terbuka dalam tender ini menimbulkan pertanyaan besar terkait tata kelola pengadaan yang seharusnya menjunjung asas transparansi dan akuntabilitas. Pemkab Bojonegoro dan instansi terkait didesak segera memberikan klarifikasi guna menghindari polemik berkepanjangan dan memastikan hak-hak masyarakat lokal tidak terabaikan. (Red)


Komentar (0)