Laporan Hampir Rampung, Rigid Beton BKKD Desa Kepoh Masih Uji Nyali

Oleh Global Jatim • 05 Feb 2026, 19:37 WIB • 171 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Rilis resmi Pemerintah Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru, yang menyebut progres administrasi pembangunan jalan rigid beton telah melampaui 95 persen dan LPJ diverifikasi Dinas PU, berbanding terbalik dengan kondisi lapangan.

Penelusuran menunjukkan sejumlah bagian badan jalan belum rapi, sambungan beton tidak seragam, serta terdapat perbedaan elevasi permukaan. Di beberapa titik, bekas kontur paving lama masih terbaca di atas cor baru.

Dalam rilisnya, desa menyatakan paving tidak dibongkar karena tidak masuk RAB dan hasil musyawarah, sementara perataan hanya menggunakan lapisan biskos demi efisiensi anggaran.

Ahli konstruksi jalan, dari Surabaya, menilai metode itu berisiko terhadap umur layanan jalan.
“Rigid beton membutuhkan pondasi stabil. Jika lapisan lama tidak dibongkar dan hanya ditutup leveling tipis, potensi rongga dan penurunan diferensial sangat tinggi. Retak dini hampir pasti terjadi, bukan soal selesai atau belum selesai pekerjaan,” ujarnya.

Pemerintah desa juga menyebut pelebaran material biskos akibat faktor alam dan masih tahap penyempurnaan. Namun di lapangan penyebaran material mengikuti pola tanpa pengunci tepi.

Menurut sang ahli konstruksi, kondisi tersebut lebih mencerminkan metode pelaksanaan.
“Cuaca tidak membuat agregat keluar jalur secara seragam. Itu biasanya karena tidak ada pembatas atau pemadatan yang cukup.”

Rilis resmi juga menyebut mutu beton akan dipastikan penyedia Merak Jaya Beton sesuai spesifikasi. Hingga kini hasil uji mutu belum dipublikasikan, sementara pencairan tahap lanjutan telah dilakukan.

Pengamat kebijakan publik lokal menilai kasus ini menunjukkan dominasi pendekatan administratif.
“Ketika laporan bisa 95 persen tetapi fisik belum meyakinkan, berarti ukuran keberhasilan masih berbasis dokumen, bukan kualitas layanan publik. Infrastruktur tidak diukur dari serapan anggaran, melainkan dari daya tahan,” katanya.

Ia menambahkan, pencairan anggaran sebelum parameter mutu terbuka berpotensi menghilangkan fungsi kontrol publik.

Proyek rigid beton Kepoh kini menyisakan dua realitas: di atas kertas hampir selesai, di permukaan jalan masih menyimpan tanda tanya. (Red)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top