Warga Duduki Balai Desa Wotan, Krisis Kepercayaan terhadap Panitia Pilkades PAW Kian Terbuka

Oleh Global Jatim 02 Jun 2026, 14:48 WIB 187 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Gelombang penolakan terhadap proses Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Setelah menggelar aksi protes saat sosialisasi ujian tes tulis, ratusan warga kini memilih bertahan dan menduduki Balai Desa Wotan sebagai bentuk perlawanan terhadap panitia pelaksana.

Pendudukan balai desa yang berlangsung sejak Selasa, 2 Juni 2026, menjadi simbol terbukanya krisis kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara Pilkades PAW. Warga menilai tuntutan mereka tidak mendapat respons serius dari pihak panitia maupun pemerintah terkait.

Aksi yang semula berupa penyampaian aspirasi kini berkembang menjadi tekanan politik terbuka. Warga tidak hanya menolak keberadaan calon kepala desa yang dianggap berasal dari luar desa, tetapi juga menyuarakan mosi tidak percaya terhadap panitia pemilihan yang dinilai gagal menjaga legitimasi proses demokrasi di tingkat desa.

“Ratusan warga ini masih tetap akan menduduki balai desa sampai tuntutan mereka terpenuhi,” tegas koordinator aksi kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Pernyataan tersebut menandakan bahwa warga tidak lagi sekadar menyampaikan keberatan, melainkan mulai mengambil langkah yang lebih konfrontatif dengan menjadikan balai desa sebagai pusat perlawanan.

Di tengah sikap pemerintah yang tetap bersikeras melanjutkan tahapan Pilkades PAW sesuai regulasi, warga justru memperlihatkan sikap sebaliknya. Mereka menilai persoalan yang terjadi bukan lagi soal prosedur administratif, melainkan menyangkut kepercayaan publik terhadap penyelenggara.

Situasi ini menempatkan panitia Pilkades PAW dalam sorotan tajam. Desakan agar panitia mengundurkan diri terus bergema di tengah massa yang bertahan di kompleks balai desa. Bagi warga, keberlanjutan tahapan pemilihan tanpa adanya evaluasi terhadap panitia hanya akan memperdalam konflik yang sudah terlanjur terbuka.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanda-tanda warga akan membubarkan diri. Balai Desa Wotan masih dipadati massa yang memilih bertahan sebagai bentuk tekanan politik dan sosial terhadap penyelenggara Pilkades PAW.

Jika kebuntuan ini terus berlanjut, Desa Wotan berpotensi menghadapi eskalasi konflik yang lebih serius. Yang dipertaruhkan bukan sekadar siapa yang akan menjadi kepala desa PAW, tetapi juga legitimasi proses demokrasi desa yang kini sedang diuji oleh warganya sendiri. (RED).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top