Disinyalir Jual Beli Jabatan, Tahapan Pengisian Perangkat Desa Kuniran Bojonegoro Disorot
BOJONEGORO – Ramai diberitakan media online, memasuki awal tahun 2026, beberapa desa di wilayah Kabupaten Bojonegoro secara mandiri melakukan pengisian kekosongan perangkat desa (Perades).
Seperti halnya di Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, dikabarkan terdapat kekosongan perades untuk Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha dan Umum.
Dalam pemberitaan di media tersebut, disinyalir proses yang saat ini memasuki tahap pendaftaran tersebut, nampak diwarnai dengan kabar tak sedap. Pasalnya, terdapat isu dugaan jual beli jabatan perades, sehingga disinyalir memungkinkan adanya by desain dalam pelaksanaan ujian nantinya.
Tak hanya itu, berdasarkan salah satu sumber yang enggan dipublikasikan secara langsung, formasi perades tersebut diduga akan dimenangkan oleh peserta berinisial PPT, dengan bandrol harga yang cukup fantastis yakni 300 hingga 400 juta.
“Sebenarnya ada yang mau dengan nilai 300 sampai 400, tapi yang uangnya terlanjur masuk di kepala desa hampir 200 an juta ya PPT itu,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).
Berkaitan dengan hal diatas, Kepala Desa Kuniran Habibur Rohman saat dikonfirmasi pewarta melalui pesan id WhatsApp, pihaknya tidak bersedia menjawab meski pesan telah diterima dengan tanda centang dua.
Bungkamnya Kepala Desa Kuniran mematik asumsi publik yang mengerucut pada kebenaran kabar yang beredar. Selain itu, publik juga mempertanyakan ketransparanan dan keprofesionalan panitia dalam menyelenggarakan pengisian perangkat desa Kuniran.
Disisi lain, banyak kalangan menilai bahwa kejadian seperti diatas bukanlah menjadi rahasia umum lagi, bahkan disinyalir hampir terjadi disetiap momen pengisian perangkat desa lainya, hanya saja sulit untuk dibuktikan. (RED)

Komentar (0)