Menko Pangan Absen, Warga Kanor Kecewa: Rundown Berantakan, Koordinasi Dipertanyakan
GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Faraza Agro Perkasa, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (10/4/2026), berujung kekecewaan. Agenda yang semula dijadwalkan pukul 17.30–17.45 WIB molor tanpa kepastian, hingga akhirnya batal tanpa kehadiran sang menteri.
Hujan deras memang mengguyur lokasi sejak sore. Namun, hingga pukul 18.45 WIB, Zulkifli Hasan tak kunjung muncul. Tidak ada penjelasan resmi di lokasi. Yang tersisa hanya undangan yang terlanjur datang dan kecewa.
“Kami mulai jam 5 sore sudah datang di lokasi, tapi sampai sekarang pak menteri tidak hadir,” ujar seorang warga.
Kekecewaan serupa disampaikan undangan lain. Mereka mengaku tetap hadir meski harus bertahan di tengah hujan, hanya untuk mendapati agenda berakhir tanpa kejelasan.
“Sudah dibela-belain hujan-hujanan tetap hadir di undangan, tapi malah pak menteri tidak hadir,” katanya.
Situasi ini memperlihatkan buruknya manajemen agenda pejabat publik di daerah. Informasi mengenai penundaan sebenarnya sudah beredar sejak pukul 15.40 WIB. Kabar menyebut kedatangan Menko Pangan “dipending”. Namun, ironisnya, tidak ada konfirmasi resmi ataupun koordinasi lebih lanjut di lapangan.
Ketidakhadiran tanpa pemberitahuan yang layak ini memantik pertanyaan: seberapa serius agenda kunjungan kerja pemerintah pusat di daerah dipersiapkan?
Ketua DPD PAN Bojonegoro, Lasuri, membenarkan batalnya kehadiran Zulkifli Hasan. Ia menyebut ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.
“Karena waktunya sudah tidak memungkinkan sehingga Pak Menteri tidak bisa hadir dan langsung ke Langitan,” ujarnya.
Alasan tersebut tak serta-merta meredam kekecewaan publik. Minimnya komunikasi dan koordinasi dinilai mencerminkan rendahnya penghormatan terhadap masyarakat yang telah hadir memenuhi undangan resmi.
Kunjungan pejabat negara semestinya menjadi momentum membangun kepercayaan publik, bukan justru menyisakan kesan abai dan serampangan. Di Kanor, yang terjadi justru sebaliknya. (RED).


Komentar (0)