Muscab PKB Lamongan Jadi Momentum Konsolidasi, Gus Jazil Dorong Kepemimpinan Turun ke Bawah dan Target Kemenangan Maksimal
GLOBALJATIM
LAMONGAN — Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lamongan menjadi titik strategis konsolidasi politik menjelang Pemilu 2029. Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang membumi dan mampu menggerakkan mesin partai secara menyeluruh demi memperbesar kemenangan PKB di daerah.
Pelaksanaan Muscab DPC PKB Lamongan disebut sebagai tahap awal dari rangkaian Muscab di seluruh Jawa Timur. Dalam forum tersebut, Gus Jazil—sapaan akrab Jazilul Fawaid—mengapresiasi soliditas peserta yang hadir secara lengkap dan menunjukkan kekompakan internal partai.
“Ini menjadi awal yang baik. Pesertanya lengkap, kompak, dan tinggal bagaimana Muscab ini mampu melahirkan usulan calon ketua serta program-program strategis yang relevan untuk Lamongan,” ujarnya.
Sejumlah nama mulai mencuat dalam dinamika internal, di antaranya Abdul Ghofur dan Mukhammad Freddy Wahyudi. Namun, Gus Jazil menegaskan bahwa substansi utama bukan terletak pada figur, melainkan kapasitas kepemimpinan.
“Bukan soal siapa orangnya, tapi siapa yang mampu merangkul semua elemen dan bergerak aktif membesarkan PKB di Lamongan,” katanya.
Ia menambahkan, kriteria utama calon Ketua DPC adalah sosok pemimpin yang “turun ke bawah”, mampu menyelesaikan persoalan riil masyarakat, sekaligus membawa partai naik kelas secara politik dan elektoral.
Terkait peluang Ketua DPC terpilih untuk maju dalam kontestasi Pilkada Lamongan mendatang, Gus Jazil menyebut keputusan tersebut akan sangat bergantung pada aspirasi kader di tingkat daerah. DPP PKB, kata dia, memberikan ruang kepada dinamika lokal untuk menentukan arah politiknya.
“Kalau masyarakat memanggil dan kader diminta maju, jangan pernah mundur. Itu prinsipnya,” ujarnya.
Lebih jauh, Gus Jazil optimistis PKB mampu meraih kemenangan signifikan di Lamongan. Ia bahkan menyebut target ambisius, yakni mengembalikan kejayaan PKB dengan capaian hingga 19 kursi legislatif seperti masa awal berdirinya partai.
Sementara itu, proses penentuan Ketua DPC PKB Lamongan masih akan melalui tahapan uji kompetensi di tingkat DPW Jawa Timur. Dari hasil Muscab, sedikitnya tiga nama akan diusulkan untuk kemudian diseleksi lebih lanjut.
“Prosesnya tidak lama, sekitar 7 sampai 10 hari sudah bisa selesai,” kata Gus Jazil.
Di sisi lain, Ketua DPC PKB Lamongan menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar forum formalitas, melainkan ruang strategis untuk merumuskan langkah politik ke depan. Forum ini juga menjadi sarana memperluas konsultasi organisasi serta memperkuat semangat juang kader.
“Kita tidak sekadar berkumpul, tapi menentukan arah perjuangan. Ini tentang menyatukan visi besar untuk melipatgandakan kemenangan PKB di Lamongan,” ujarnya.
Seluruh elemen partai, mulai dari pengurus DPC, anggota DPRD, fraksi, hingga badan otonom, dilibatkan dalam Muscab ini sebagai bentuk konsolidasi menyeluruh.
Abdul Ghofur menambahkan bahwa target “menghijaukan Lamongan”—yang menjadi simbol kemenangan PKB—merupakan mandat langsung dari DPP.
“Target kami jelas, minimal 17 kursi. Tapi semangatnya adalah mengembalikan kejayaan PKB sejak berdiri pada 1999,” ujarnya.
Dengan semangat konsolidasi dan munculnya figur-figur potensial, Muscab PKB Lamongan menjadi penanda awal pergerakan politik yang lebih terstruktur. Tantangan ke depan tidak hanya soal memenangkan kursi, tetapi juga memastikan kepemimpinan yang adaptif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Lamongan secara nyata.(JN)


Komentar (0)