Diduga Ada Benda Mirip Ulat dalam Nasi MBG di Turi Lamongan, SPPG Tegaskan Itu Udang Rebon

Oleh Globaljatim 05 Agu 2026, 23:06 WIB 133 Views

GLOBALJATIM

LAMONGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, menjadi perhatian publik setelah beredar foto yang memperlihatkan benda menyerupai ulat di dalam paket nasi yang dibagikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

​Informasi tersebut pertama kali beredar melalui grup WhatsApp Program MBG Desa Tawangrejo. Seorang kader posyandu mengunggah foto benda kecil berwarna putih kecokelatan yang tampak memanjang di dalam nasi sebelum paket makanan dibawa pulang oleh penerima manfaat.

​”Pak, ini di nasinya ada seperti ini, tolong diteliti lagi,” tulis kader tersebut dalam grup sambil mengirimkan foto temuan.

​Selain melaporkan dugaan adanya benda asing di dalam nasi, kader tersebut menyoroti porsi tempe yang dinilai hanya setengah, serta menyebutkan bahwa selama dua hari tidak tersedia sampel makanan untuk person in charge (PIC).

​Menanggapi laporan tersebut, kader lainnya meminta agar temuan itu segera diteruskan kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bahan evaluasi dapur penyedia MBG.

​Seorang warga bernama Asturi, yang dimintai tanggapan terkait foto beredar, mengaku meyakini bahwa benda tersebut adalah ulat.

​”Salah, ini ulat,” ujarnya singkat.

​Namun, Kepala SPPG Geger 1 Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Ahmad Arif Fathoni, membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa benda yang terlihat di dalam nasi bukan ulat, melainkan udang rebon (ebi) yang dicampurkan ke dalam nasi untuk menambah cita rasa.

​”Kami ingin mengklarifikasi bahwa benda di dalam nasi tersebut bukan ulat, melainkan udang rebon (ebi) yang digunakan untuk menambah cita rasa,” jelas Fathoni.

​Menurutnya, Program MBG 3B di wilayah tersebut menyasar ibu hamil, balita, dan masyarakat umum sebagai bagian dari upaya pencegahan tengkes (stunting). Seluruh paket makanan dipasok oleh SPPG Geger 1 Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.

​Fathoni menambahkan bahwa pihak SPPG akan terus melakukan evaluasi agar kualitas, keamanan, dan higienitas makanan yang didistribusikan kepada seluruh penerima manfaat tetap terjaga sesuai dengan standar yang berlaku.

​Meski demikian, perbedaan penilaian antara warga dan pihak penyedia menunjukkan pentingnya komunikasi yang cepat serta penyampaian informasi yang akurat setiap kali muncul laporan dari masyarakat. Klarifikasi secara terbuka diharapkan mampu menghindari kesalahpahaman sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. (JN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top