Program Pompanisasi Kementan di Desa Tegalsari – Widang Menuai Polemik, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi
GLOBALJATIM
TUBAN – Program Pompanisasi yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2024 di Desa Tegalsari, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, menuai polemik. Program yang bernilai anggaran sekitar Rp 100 jutaan lebih ini dikerjakan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat, namun diduga dilaksanakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Sejumlah warga Desa Tegalsari yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan adanya kejanggalan dalam proyek pembangunan rumah pompa yang menjadi bagian dari program tersebut. Menurutnya, bangunan rumah pompa yang dibangun dengan ukuran 2×3 meter tidak sesuai dengan nilai anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah.
“Bangunan yang hanya berukuran 2×3 meter jelas tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan. Ini sangat janggal, harusnya dengan dana ratusan juta, bangunannya jauh lebih besar,” ungkap salah seorang warga setempat, Senin (6/1/2025).
Pelaksana proyek, Anto, yang diwawancarai melalui pesan WhatsApp, tidak memberikan jawaban tegas mengenai dugaan ketidaksesuaian tersebut. Alih-alih memberikan penjelasan, Anto mengarahkan wartawan untuk menghubungi dinas terkait, sambil mengajak untuk berbincang secara informal.
“Posisi dimana? Ayo ngopi. Sampean konfirmasi ke dinas saja, saya ngerjakannya berdasarkan RAB yang dikasih dinas,” balasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tegalsari, ketika dimintai tanggapan, mengaku tidak mengetahui apapun terkait proyek tersebut. Ia menyebutkan bahwa urusan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Gapoktan dan dinas pertanian.
“Tanggapan apa pak? Langsung dengan poktan saja, saya tidak ikut-ikutan terkait bantuan ini. Ya saya nggak ngerti berapa bantuannya, dibuat apa juga saya nggak ngerti,” ujar Kades, yang enggan menjelaskan apakah ada proposal yang disetujui oleh dirinya terkait bantuan tersebut.
Kondisi serupa juga diungkapkan oleh Camat Widang, Suwarsono. Ketika dihubungi, Camat lebih memilih untuk merujuk konfirmasi langsung ke Dinas Pertanian.
“Untuk lebih jelasnya, langsung konfirmasi ke dinas pertanian kalau masalah itu mas, nanti mereka yang akan menjelaskan lebih teknis,” ungkapnya singkat. (7/1/2025).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Eko Julianto, menanggapi persoalan ini dengan menyatakan akan melakukan pengecekan di lokasi proyek.
“Kami cek kebenarannya dulu, mas,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dalam program tersebut. Pihak berwenang diharapkan segera memberikan penjelasan lebih lanjut untuk mengatasi polemik yang berkembang di masyarakat. (Red)


Komentar (0)