Maraknya Judi Togel di Tuban, Masyarakat Desak Kapolres Baru Bertindak Tegas
GLOBALJATIM
TUBAN – Masyarakat Kabupaten Tuban, yang dikenal sebagai Bumi Wali, menyuarakan harapan besar terhadap Kapolres baru yang belum lama menjabat. Mereka berharap pergantian pimpinan di tubuh Polres Tuban mampu membawa perubahan nyata, terutama dalam pemberantasan penyakit masyarakat (pekat), salah satunya praktik perjudian jenis toto gelap (togel) yang kian meresahkan.
Praktik judi togel disebut semakin marak dan berlangsung terang-terangan, namun belum mendapat tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH) setempat. Ironisnya, aktivitas ilegal ini diduga telah menyasar kalangan usia muda, termasuk pelajar. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap moral dan masa depan generasi penerus bangsa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi dari sejumlah sumber, salah satu pelaku yang diduga sebagai pengepul togel berinisial A, diketahui berdomisili di Jalan Brawijaya, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban.
“Setahu saya dia pengepul, bandar besarnya dari Surabaya. Omzetnya dalam sehari bisa mencapai jutaan rupiah,” ujar DC, salah satu warga yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, kepada wartawan, Jumat (25/4/2025).
Perlu diketahui, praktik perjudian termasuk togel merupakan tindak pidana berdasarkan Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pelaku dapat dikenakan hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun atau denda hingga Rp25 juta. Sementara jika dilakukan secara daring, pelaku dapat dijerat Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun dan/atau denda hingga Rp1 miliar.
Masyarakat berharap, dengan adanya laporan ini, pihak kepolisian segera merespons dan mengambil tindakan konkret untuk memberantas praktik perjudian togel di wilayah Tuban. Terlebih, publik sangat menanti gebrakan nyata dari Kapolres baru sebagai bentuk komitmen penegakan hukum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut-sebut sebagai pengepul belum dapat dikonfirmasi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh tim redaksi. (TIM)


Komentar (0)