Proyek Gorong-gorong Wonorejo Timbulkan Dampak Sosial: Warga Keluhkan Debu, Macet, dan Gangguan Usaha
GLOBALJATIM
SURABAYA – Pembangunan gorong-gorong di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, menuai protes dari warga setempat. Meski ditujukan untuk menanggulangi banjir yang kerap menggenangi permukiman, proyek ini justru menimbulkan sejumlah dampak negatif, mulai dari polusi debu, penebangan pohon, kemacetan, hingga gangguan terhadap aktivitas usaha warga.
Banjir memang menjadi masalah serius di Surabaya, khususnya di kawasan padat penduduk seperti Wonorejo. Air yang sering masuk ke dalam rumah warga merusak properti dan mengganggu kenyamanan. Pembangunan gorong-gorong diharapkan menjadi solusi untuk memperlancar aliran air dan mengurangi genangan.
Namun, warga Kampung Malang, Kelurahan Wonorejo, mengeluhkan berbagai dampak yang muncul selama proses pengerjaan.
“Debu beterbangan di mana-mana akibat galian tanah. Pohon-pohon ditebang, membuat udara terasa lebih panas. Akses jalan banyak yang ditutup, sehingga memicu kemacetan dan menghambat mobilitas warga, termasuk pedagang gerobak,”ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.Rabu (16/7/2025).
Para pedagang kecil menjadi salah pihak yang paling terdampak. Dengan ditutupnya beberapa akses jalan, mereka kesulitan berpindah dari satu gang ke gang lain untuk berjualan.
“Ini sangat mengganggu penghasilan kami. Seharusnya pembangunan bisa lebih tertata agar tidak merugikan warga,”keluh seorang pedagang.
Masyarakat setempat berharap pemerintah kelurahan dan kecamatan lebih memperhatikan dampak sosial dari proyek ini.
“Kami mendukung pembangunan, tapi harus ada koordinasi yang baik. Proses pengerjaan harus lebih rapi, tidak asal tutup jalan, dan meminimalkan gangguan terhadap warga,”tegas seorang tokoh masyarakat setempat.
Pemerintah Kelurahan Wonorejo dan Kecamatan Tegalsari diharapkan dapat mengambil langkah mitigasi, seperti penyiraman jalan untuk mengurangi debu, pengaturan lalu lintas yang lebih baik, serta sosialisasi yang jelas kepada warga. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak hanya bermanfaat jangka panjang, tetapi juga tidak mengorbankan kenyamanan masyarakat saat ini. (Why)


Komentar (0)