Gemerlap Konser Play Music di Bojonegoro Sisakan Tanda Tanya Soal Kerusakan Rumput Stadion
GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Panggung megah berdiri di tengah Stadion H. Letjen Sudirman, Bojonegoro, Sabtu malam, 27 September 2025. Lampu sorot menari, suara musik menghentak, dan ribuan penonton larut dalam euforia konser Play Music yang mendatangkan grup band ibu kota.
Namun, usai riuh rendah tepuk tangan dan dentuman bass mereda, yang tertinggal adalah tanda tanya: bagaimana nasib rumput stadion?
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Stadion yang seharusnya menjadi ruang publik untuk aktivitas olahraga kini menjadi saksi bisu perhelatan musik massal. Jejak-jejak aktivitas berat di atas rumput stadion—dari pemasangan rigging hingga pijakan penonton—rawan meninggalkan kerusakan.

Foto : Kondisi Rumput stadion sebelum acara.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, mengakui adanya potensi kerusakan. Namun ia memastikan, panitia penyelenggara konser komitmen untuk bertanggung jawab.
“Dalam perjanjian, pihak panpel (EO) sanggup merawat dan mengembalikan kondisi semula rumput dengan estimasi tujuh hari efektif kerja,” kata Arief melalui sambungan WhatsApp kepada globaljatim.co.id.
Globaljatim belum memperoleh keterangan langsung dari pihak Event Organizer terkait sejauh mana pelaksanaan perjanjian itu berjalan. Hingga berita ini ditulis, proses pemulihan belum dapat dipastikan sudah dimulai atau masih dalam tahap persiapan.
Tak sekali ini ruang olahraga publik digunakan untuk hajatan musik. Di banyak daerah, stadion berubah fungsi menjadi arena hiburan, dengan dalih mendongkrak pendapatan daerah atau menarik massa. Namun, pemanfaatan ruang publik semacam itu sering meninggalkan persoalan klasik: siapa yang bertanggung jawab setelah pesta usai?
Stadion H. Letjen Sudirman selama ini menjadi salah satu fasilitas olahraga kebanggaan warga Bojonegoro. Peminjaman untuk kegiatan non-olahraga diperbolehkan, namun dengan syarat tidak merusak fungsi utama stadion.
Kerusakan fasilitas publik yang ditinggalkan acara hiburan bukan kali pertama terjadi. Namun, kasus ini kembali menegaskan pentingnya regulasi dan pengawasan dalam pemanfaatan aset negara.
Tanpa kejelasan tanggung jawab, kerusakan semacam ini bisa menjadi preseden buruk dalam pengelolaan fasilitas publik. Panggung memang bisa dibongkar, tapi rumput yang rusak tak bisa tumbuh kembali dalam semalam. (Red)

Komentar (0)